HATI YANG KACAU
“HATI YANG
KACAU”
Saat kulihat daun bambu yang merayuku
Ku ambilkan sepercik air
Untuk membasuh kegundahannya
Bukannya aku kebal terhadap rayuanmu
Sebab aku disini haus akan dekapan rayuan
Kucoba menghampiri rasa gelisahku
Hanya kealpaan yang aku dapatkan
Bambupun berucap kasihan
Melihat eksistensiku yang carut marut
Dan kurayu kembali daun bambu
Yang tak lain untuk meninabobokkan
Kegelisahan dan keresahan yang terus jadi
Sebuah pemandangan di setiap penglihatan
Inikah gegana yang selalu mendistorsi
Pada saat ini?
Ya…..
Sekarang aku tahu
Inikah yang membuat hati seseorang gundah?
Sabiilal Haq,
04 Maret 2015
Komentar
Posting Komentar