KESEMSEM PERTAMA MELIHATMU

KESEMSEM PERTAMA MELIHATMU
Pagi yang indah kala saat itu
Membuat hati ini tak ragu untuk mengetuk pintu hatimu
Pancaran rona matamu
Kecerian senyummu
Dan keelokan parasmu
Membuatku hidup dari hidupku
Sebab saat itu, menelantarkanmu adalah hal terbodoh dalam hidupku
Ndut….
Itulah panggilan manjaku terhadapmu
Dan saat aku mendekatkan diri pada lekukan tubuh indahmu
Aku jadi kesemsem terhadap kasturimu
aku ingin mendekapmu bahkan ingin memeluk erat tubuh indahmu
 hingga aku lupa siapa diriku
Ndut….Ndut…..
Kini kau masuk dalam diary hatiku
Yang awalnya aku tak yakin akan umpan balikmu
Dan ternyata kau adalah lilin dalam pakatnya sudutku
Ndut……
Aku tau ini adalah cinta dan rinduku yang pasti terlarang buatmu
Namun aku terus kesemsem oleh senyum indahmu
Hingga membuat hari-hariku makin tambah layak dalam duniaku
Ndut….Ndut…
Hhheeeemmmmmmsss…..
Aku lagi-lagi tak nyangka atas hadirnya cahayamu dalam sunyiku
Kini aku tak tau untuk mengakhiri kata dalam puisiku ini
Sebab menjedahkan kata-kataku terhadapmu
Adalah kerinduan yang tak terobati dalam hari-hariku ini
Ndut…
Kau adalah lukaku saat ini sekaligus obat terhadap lukaku saat ini
Saat hadirmu menjelma Hari-hariku riang dalam kesunyianku
Ndut…..
Sebenarnya tarian jemariku sangat lelah dalam mempuisikan cintamu
Namun aku tak tahu harus berhenti pada sajak yang bagaimana dan seperti apa
Hingga dapat meluapkan ketenaranmu dalam imajinasiku…
Ndut_Q….
Aku paksahin udah sampai disini dulu ya segelintir sajak
Namun bukan berarti
aku jedahkan juga rasa cinta dan sayangku terhadapmu
karena melupakanmu sesaat adalah cambukan yang sangat dahsyat
dalam alam imajinasiku yang tak pernah buntu untuk mengingatmu
Ndut_Q sayang….
Kini mataku mulai tak terkompromi lagi
Dan jemariku kini tak berirama lagi
Bahkan tak senada lagi dengan imajinasiku ini
Udah dulu ya ndut_Q syang,
Esok akan kurangkaikan lagi
Larik yang menarik hingga membuatmu tertarik Dan tergelitik
Love you Ndut_Q…..

Malam Jum’at, 19 Maret 2015 

Komentar